Jumat, 27 Juli 2012

Bencana = Berita besar = Rating Naik = Profit

Kesan yang saya tangkap dari musibah banjir bandang tanggal 24 juli lalu adalah sebuah kebahagiaan khususnya oleh media elektronik lokal yang menyajikan berita ini secara live.

Mereka terkesan bangga dapat menyiarkan berita tersebut langsung dari TKP.
Padahal saat berita tersebut disiarkan yang tampak justru ketidaksiapan2 dan ketidakprofesionalan2 baik itu reporter maupun pembawa berita. Gambar2 yang ditampilkan tidak menjawab rasa ingin tahu saya. Buruk, sangat buruk....Berita tersebut juga tak menggugah rasa simpati saya terhadap korban, karena tak ada video yang dapat merepresentasikan keadaan korban dalam musibah tersebut.

Saya juga menilai, media tersebut juga terkesan pamer en narsis. saya sendiri ragu dengan sejumlah data yang mereka sampaikan. Terkesan asal, maklum berita sedang tayang.

ckckckckkk...

Saya hanya berharap mereka lebih berbenah agar tak ada lagi salah kaprah...

Minggu, 22 Juli 2012

Sajak Kecil tentang Cinta oleh Sapardi Djoko Darmono



Mencintai angin harus menjadi siul

Mencintai air harus menjadi ricik

Mencintai Gunung harus menjadi terjal

mencintai api harus menjadi jilat

Mencintai cakrawala harus menebas jarak

mencintaiMu (mu) harus menjelma aku

Sabtu, 21 Juli 2012

Sekarat

Judul postingan ini sebenarnya bukan tentang suatu kondisi fisik yang buruk karena sakit atau apalah.

Sekarat disini maksudnya adalah untuk menggambarkan skil saya yang buruk dalam menulis.

Hampir sejam saya duduk di depan komputer dan mencoba menulis di blog. namun tak satupun postingan yang saya selesaikan. Setiap kali memilih satu topik yang saya pikir menarik, tapi yang saya dapatkan hanya sebuah kebuntuan. sudah beberapa kali saya berganti judul, namun lagi-lagi saya terhenti, bingung hendak menulis kelanjutan seperti apa.

begitulah yang terjadi sampai 60 menit kemudian, sampai sayapun menjadikan kebuntuan ini sebagai topik di postingan kali ini....

mengapa kadang terasa begitu sulit...disaat semangat sudah ada, tapi saya malah tak punya ide...bleng

Tapi tak mengapalah. toh ini adalah sebuah proses.
 yang penting saya selalu menjaga rutinitas menulis ini.....

"Practise makes perfect"

 
*ah, satu postingan pun selesai....*

Senin, 16 Juli 2012

Novel bang Tere Liye

Saya adalah satu dari sekian banyak pembaca karya Tere liye.
Saat ini saya sudah mengkoleksi 8 dari 16 karyanya, masih separo sih... tak ada yang tidak saya suka. Semua novelnya masterpiece,,hehee. saya hanya butuh waktu singkat untuk mengkhatamkan masing2 novel tersebut. Sangking sukanya, saya berobsesi untuk memiliki ke16 karyanya.....


foto ini saya ambil dari akun facebooknya http://www.facebook.com/darwistereliye

Karya pertama yang saya miliki adalah "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", kira2 setahun yang lalu . Tak sampai 24 jam, novel ini sudah rampung saya baca.

Awalnya sih saya pikir tak akan menemukan karya Tere Liye yang baru (lainnya) dalam waktu dekat. tapi begitu saya ke toko buku, saya justru mendapati satu rak khusus yang berisi karya-karyanya. Tentu saja itu membuat saya penasaran, karna jarang sekali penulis Indonesia bisa memiliki beberapa karya yang dipajang di saat bersamaan. saya hanya berasumsi bahwa bang Tere Liye ini adalah seorang penulis yang produktif. Jadilah saya terus membeli satu per satu novel-novel tersebut. Keren deh pokoknya....

Sedangkan novel yang baru saya beli berjudul "Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah". Tentu saja saya sudah mengkhatamkannya juga. Novel yang bertema cinta ini, mengambil setting kota Pontianak. Selain itu, novel ini juga menceritakan tentang kehidupan masyarakat di tepian Sungai Kapuas yang memiliki filosofi tinggi dalam memaknaikan kehidupan.


novel bang Tere Liye diantara novel-novel yang lain



Untuk kedepannya, saya akan terus berjuang melengkapi rak buku saya dengan novel-novel bang Tere liye...