Kesan yang saya tangkap dari musibah banjir bandang tanggal 24 juli lalu adalah sebuah kebahagiaan khususnya oleh media elektronik lokal yang menyajikan berita ini secara live.
Mereka terkesan bangga dapat menyiarkan berita tersebut langsung dari TKP.
Padahal saat berita tersebut disiarkan yang tampak justru ketidaksiapan2 dan ketidakprofesionalan2 baik itu reporter maupun pembawa berita. Gambar2 yang ditampilkan tidak menjawab rasa ingin tahu saya. Buruk, sangat buruk....Berita tersebut juga tak menggugah rasa simpati saya terhadap korban, karena tak ada video yang dapat merepresentasikan keadaan korban dalam musibah tersebut.
Saya juga menilai, media tersebut juga terkesan pamer en narsis. saya sendiri ragu dengan sejumlah data yang mereka sampaikan. Terkesan asal, maklum berita sedang tayang.
ckckckckkk...
Saya hanya berharap mereka lebih berbenah agar tak ada lagi salah kaprah...
Mereka terkesan bangga dapat menyiarkan berita tersebut langsung dari TKP.
Padahal saat berita tersebut disiarkan yang tampak justru ketidaksiapan2 dan ketidakprofesionalan2 baik itu reporter maupun pembawa berita. Gambar2 yang ditampilkan tidak menjawab rasa ingin tahu saya. Buruk, sangat buruk....Berita tersebut juga tak menggugah rasa simpati saya terhadap korban, karena tak ada video yang dapat merepresentasikan keadaan korban dalam musibah tersebut.
Saya juga menilai, media tersebut juga terkesan pamer en narsis. saya sendiri ragu dengan sejumlah data yang mereka sampaikan. Terkesan asal, maklum berita sedang tayang.
ckckckckkk...
Saya hanya berharap mereka lebih berbenah agar tak ada lagi salah kaprah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar