Sabtu, 30 Juni 2012

SESAL BESAR

Sabtu itu, saat saya hendak ke rumah teman di daerah tabing, saya melihat seorang peminta-minta yang usianya masih remaja namun memiliki kekurangan yaitu bibir sumbing. Ketika itu saya sedang berhenti di lampu merah depan BI, kira-kira jam 10 pagi dan cuaca pada pagi itu cerah. Meski masih pagi, namun matahari terasa cukup terik, membuat pakaian yang baru diganti basah oleh keringat.

Saya melihatnya mendekati mobil-mobil yang berhenti di lampu merah tersebut satu per satu sambil menadahkan tangan di depan kaca yang tertutup. Tak ada satu pun kaca mobil yang diturunkan. Semuanya tetap menutup sebagai tanda bahwa pemiliknya juga menutup mata.

Ah,,,,,,menyaksikan ini membuat dada saya sesak dan hati ini seperti teriris. Bahkan saat ini pun saya masih bisa merasakan pedihnya...

dan betapa bodohnya saya, pada saat itu hanya memperhatikan sosok tersebut bergerak dari mobil ke mobil, tanpa bertindak apa2... sesaat saya memang tergerak ingin memberinya sedikit uang, tapi sesaat kemudian saya ragu. Ragu apakah dia adalah orang yang tepat untuk diberi sedekah, karena bila dilihat lagi ia mempunyai badan yang tegap dan sepertinya sehat-sehat saja, ditambah lagi usianya yang masih muda, seharusnya ia bekerja bukan meminta-minta, begitu pikirku dan itu yang membuat saya bimbang. Di saat saya masih menimbang-nimbang, ia pun berlalu melewati saya. Di saat itu pulalah saya merasa telah melakukan kebodohan. ketika memutuskan untuk tetap memberikan sedikit uang, ia justru sudah tak kelihatan lagi.

Sungguh itu menjadi sebuah penyesalan besar bagi saya. Kenapa harus ragu, kenapa saya harus meragukan uang saya untuknya, padahal Tuhan saja tak pernah membeda-bedakan makhluknya, tak pernah ragu memberikan rezkinya, tak pernah bertanya siapa yang pantas untuk diberi rezki....

Lalu kenapa saya malah melakukan kebodohan itu.
Kenapa harus terlintas bahwa dia tak pantas untuk menerima sedikit uang saya, atau lebih tepatnya rezki yang diberikan Tuhan untuk saya yang di dalamnya juga ada hak orang lain.
Sungguh ini sesal besar bagi saya. Berhari-berhari saya diliputi perasaan bersalah apalagi bila saya teringat wajahnya disaat meminta-minta dekat kaca mobil yang menutup.Baru berhari-hari kemudian perasaan ini bisa hilang.

Ah,,,Semoga ini takkan terulang lagi di kemudian hari.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar