Senin, 26 Agustus 2013

Cerita 3 tahun yang lalu; bagian 2



Langit terang pertanda pagi telah datang. Kami segera beranjak dari peraduan berbentuk kubah di ketinggian 1550 mdpl itu. Setelah melakukan aktivitas MCK seadanya,  kami menyiapkan sarapan. Udara masih sama dinginnya seperti tadi malam. Aku memperhatikan air di dalam trangia yang mengeluarkan gelembung2 dan meletup karena mendidih, sama seperti letupan semangat kami saat ini.

Pukul setengah 10, kamipun bersiap-siap. Semua perlengkapan di packing kembali kedalam ranselku dan ransel milik Ridwan. Riva sendiri hanya membawa sebuah daypack. Sebelum pendakian, kami melakukan pemanasan kecil dan tak lupa berdoa demi kelancaran pendakian.

Bismillah, kami bertiga masuk pintu rimba, gerbang trek gunung singgalang. Trek pertama, kami disambut oleh terowongan pimpiang yang menjadi ciri khas jalur pendakian di gunung ini. Tak hanya membungkuk, jalur ini juga memaksa kami merangkak melewati terowongan pimpiang yang rendah. Sulit sekali, dan kesulitan itu bertambah 2x lipat karena harus membawa ransel yang di packing tinggi melebihi kepala.. selain itu, di jalur ini juga terdapat banyak sekali pacet, binatang kecil sejenis lintah yang menghisap darah dan menempel dikulit terutama bagian kaki.

Sejam kemudian kamipun tiba di pos 1. Kami istirahat sejenak dan tak lupa berkodak-kodak ria. Kemudian kami melanjutkan pendakian.

Pukul 12 siang, kami tiba di mata air 1. Disini kami istirahat sedikit lebih lama, apalagi waktu shalat dzuhur juga sudah masuk. Pukul 1.30 kami berangkat, melanjutkan pendakian. Malam ini kami akan camp di cadas, sekitar 4 jam lagi dari mata air 1. Trek selanjutnya lebih sulit karena sudut kemiringannya yang lebih dari 45 derajat. Sesekali terdapat trek yang sangat terjal dimana untuk melewatinya harus bergantung pada akar pohon yang ada didekat trek tersebut.

Akhirnya, setelah 4 jam mendaki, kamipun tiba di cadas, pos tempat kami camp malam ini. Terbesit rasa haru karena bisa menginjakkan kaki kembali disini. Udara yang luar biasa dingin memaksa kami untuk segera mendirikan tenda. Selanjutnya kami memasak. Tak banyak aktivitas yang dapat kami lakukan karena di luar sedang berlangsung badai. Setelah selesai makan malam, kami segera masuk ke dalam sleeping bag dan merebahkan diri. Badai di luar ternyata cukup kuat. Tenda kami seolah-olah hendak diterbangkannya. terdengar pula derik-derik kayu yang digoyangkan angin. Sering terlintas di benakku kalau-kalau ada pohon yang tumbang dan menimpa tenda kami. malam itu kami lewati dalam diam dan berkutat dengan pikiran masing-masing sampai akhirnya lelah mengalahkan segalanya. Satu per satu kamipun tertidur.

Pagi pun datang, namun badai masih belum reda. ditambah lagi kabut. Kami menghabiskan waktu di tenda dengan berfoto, berbagai pose aneh-aneh. setelah jenuh berfoto, maka kami memutuskan untuk summit attack menuju telaga dewi. 

Gerimis dan kabut mengiringi perjalanan kami ke puncak. Kurang dari 1 jam kami pun tiba di telaga dewi. Lagi-lagi kabut, sehingga telaga dewi tak kelihatan seutuhnya. namun pemandangan seperti ini justru memberikan sensasi yang berbeda. Kami pun menikmati situasi ini dan tak lupa mengabadikannya. Puas menikmati telaga dewi yang berkabut, kamipun memutuskan kembali ke cadas. ketika melewati hutan lumut, kami berhenti untuk mengambil beberapa foto dengan background hutan lumut. Setelah dirasa cukup, kami melanjutkan perjalanan, kembali ke cadas.

Tiba di cadas, kami langsung packing karena kami akan turun hari ini juga. Ya, pendakian ini akan segera berakhir.

Tak sampai setengah jam, packingpun selesai, perjalanan turunpun dimulai. Sampai saat turun ini, badai masih belum reda. Dan ternyata dalam perjalanan turun tersebut kami menemukan pohon yang tumbang. Badai semalam memang cukup hebat, kami bersyukur diberi keselamatan oleh Yang Maha Kuasa.

Perjalanan turun tentu saja lebih ringan dan singkat. Beruntung, di mushalla dekat ladang tebu, kami mendapat tumpangan hingga persimpangan dekat pos lapor. Selanjutnya kami naik oplet ke koto baru untuk kemudian melanjutkan perjalanan pulang dengan menaiki bus menuju Padang.

*Trimakasih Tuhan..*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar