Selasa, 12 November 2013

Mencuci itu Baik


Mencuci adalah aktivitas rutin bagi setiap manusia. mencuci juga merupakan sebuah keharusan. Entah itu mencuci pakaian, piring, atau mencuci badan alias mandi...hehee. 

Pada hakikatnya aktivitas mencuci bertujuan untuk membersihkan yang dicuci dari segala kotoran yang menempel pada yang dicuci tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, kuman ataupun bakteri akan senang tumbuh dan berkembang biak pada sesuatu yang kotor. Selain itu, sesuatu yang kotor juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Contohnya bila kamu tidak membersihkan badan dalam sehari saja, maka jangan heran bila kamu akan mencium bau yang tak sedap yang awalnya kamu pikir bau itu berasal dari sekitar kamu. Tapi ternyata setelah kamu mendekatkan hidung ke bagian ketek, entah kenapa bau itu malah semakin jelas adanya. Itulah mengapa dulu para orang tua kita begitu hebohnya menyuruh kita untuk mandi. Karena mereka tidak mau ada bau ketek di rumah.

Namun ada juga yang memiliki motivasi yang kurang untuk membersihkan badan. Sepertinya mereka tidak peka terhadap bau yang menguar dari tubuh mereka. Kasihan sekali orang2 yang berada disekitar kaum yang kurang motivasi untuk mandi ini. Atau bisa juga karena mereka tidak menyadari hakikat dari membersihkan badan itu. Ah, entahlah. Sesungguhnya mereka lah yang lebih mengetahui hal tersebut.
Mencuci pakaian juga tidak kalah pentingnya dengan mencuci badan. Hanya saja kegiatan yang satu ini bagi saya cukup membosankan dan melelahkan. Dan kelelahan itu bisa bertambah dua kali lipat bila selesai mencuci, maka cuaca dengan tiba2 berubah menjadi mendung. Sebagai wanita, tentu saja saya harus tabah. Kegiatan ini saya anggap sebagai tantangan hidup. Berlebihan? Ah, saya rasa tidak. Karena ketika engkau hendak mencuci, maka engkau akan berhadapan dengan tantangan terbesar dalam hidupmu. Apakah itu? Ya, dia adalah rasa MALAS. Jadi wajarlah jika aktivitas tersebut saya anggap sebagai satu dari sekian banyak tantangan dalam hidup.

Tapi sekarang tidak lagi. Saya malah merasa begitu bersemangat. Itu dikarenakan sebuah produk pengharum pakaian. Saya menyukai wanginya, hingga saya tidak sabar lagi menunggu jadwal mencuci berikutnya. Hilang sudah rasa malas. Dan itu berarti saya telah berhasil menaklukan satu tantangan hidup saya. Saya berharap wanita2 diluar sana juga akan menemukan wangi pengharum pakaian yang dapat membuat mereka bersemangat mencuci seperti saya.

Finally, saya ucapkan terimakasih untuk pabrik pengharum pakaian tersebut. Tanpamu, apalah arti cuci-mencuciku......

Salam Deterjen...!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar