Mencuci adalah aktivitas rutin bagi setiap manusia. mencuci juga merupakan sebuah keharusan. Entah itu
mencuci pakaian, piring, atau mencuci badan alias mandi...hehee.
Pada hakikatnya aktivitas mencuci bertujuan untuk
membersihkan yang dicuci dari segala kotoran yang menempel pada yang dicuci
tersebut. Sebagaimana yang kita ketahui, kuman ataupun bakteri akan senang
tumbuh dan berkembang biak pada sesuatu yang kotor. Selain itu, sesuatu yang
kotor juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Contohnya bila kamu tidak
membersihkan badan dalam sehari saja, maka jangan heran bila kamu akan mencium
bau yang tak sedap yang awalnya kamu pikir bau itu berasal dari sekitar kamu. Tapi
ternyata setelah kamu mendekatkan hidung ke bagian ketek, entah kenapa bau itu
malah semakin jelas adanya. Itulah mengapa dulu para orang tua kita begitu
hebohnya menyuruh kita untuk mandi. Karena mereka tidak mau ada bau ketek di
rumah.
Namun ada juga yang memiliki motivasi yang kurang untuk
membersihkan badan. Sepertinya mereka tidak peka terhadap bau yang menguar dari
tubuh mereka. Kasihan sekali orang2 yang berada disekitar kaum yang kurang
motivasi untuk mandi ini. Atau bisa juga karena mereka tidak menyadari hakikat
dari membersihkan badan itu. Ah, entahlah. Sesungguhnya mereka lah yang lebih
mengetahui hal tersebut.
Mencuci pakaian juga tidak kalah pentingnya dengan mencuci
badan. Hanya saja kegiatan yang satu ini bagi saya cukup membosankan dan
melelahkan. Dan kelelahan itu bisa bertambah dua kali lipat bila selesai
mencuci, maka cuaca dengan tiba2 berubah menjadi mendung. Sebagai wanita, tentu
saja saya harus tabah. Kegiatan ini saya anggap sebagai tantangan hidup. Berlebihan?
Ah, saya rasa tidak. Karena ketika engkau hendak mencuci, maka engkau akan
berhadapan dengan tantangan terbesar dalam hidupmu. Apakah itu? Ya, dia adalah rasa
MALAS. Jadi wajarlah jika aktivitas tersebut saya anggap sebagai satu dari
sekian banyak tantangan dalam hidup.
Tapi sekarang tidak lagi. Saya malah merasa begitu
bersemangat. Itu dikarenakan sebuah produk pengharum pakaian. Saya menyukai
wanginya, hingga saya tidak sabar lagi menunggu jadwal mencuci berikutnya. Hilang
sudah rasa malas. Dan itu berarti saya telah berhasil menaklukan satu tantangan
hidup saya. Saya berharap wanita2 diluar sana juga akan menemukan wangi
pengharum pakaian yang dapat membuat mereka bersemangat mencuci seperti saya.
Finally, saya ucapkan terimakasih untuk pabrik pengharum
pakaian tersebut. Tanpamu, apalah arti
cuci-mencuciku......
Salam Deterjen...!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar