Senin, 31 Desember 2012

Nyaris Lupa

bahwa saya nyaris lupa dengan blog ini.
itu benar.
adalah saya baru ingat sore ini ketika saya sedang mandi. saya ingin sekali menulis tentang pergantian tahun 2012 ke 2013.. awalnya tak terpikir sama sekali tentang tablet yangsudah saya miliki 2 minggu ini. tak terpikir bahwa saya bisa melanjutkan tulisan di blog saya lewat tablet...ohhh..

adalah disebabkan karena layanan speedy di rumah ini sudah diputus beberapa bulan yang lalu. alhasil, tak dapat lagi saya melakukan aktifitas internetan termasuk ngeblog secara leluasa. dan terbengkalailah blog ini..

setelah membersihkan debu-debu yang menempel dan membenahi blog yangtelahlama saya tinggalini, sayapun kembaliakan mengupdate blog dengan postingan-postingan yang baru..

untuk itu,,,,Welcomebackhomebun2...


Jumat, 27 Juli 2012

Bencana = Berita besar = Rating Naik = Profit

Kesan yang saya tangkap dari musibah banjir bandang tanggal 24 juli lalu adalah sebuah kebahagiaan khususnya oleh media elektronik lokal yang menyajikan berita ini secara live.

Mereka terkesan bangga dapat menyiarkan berita tersebut langsung dari TKP.
Padahal saat berita tersebut disiarkan yang tampak justru ketidaksiapan2 dan ketidakprofesionalan2 baik itu reporter maupun pembawa berita. Gambar2 yang ditampilkan tidak menjawab rasa ingin tahu saya. Buruk, sangat buruk....Berita tersebut juga tak menggugah rasa simpati saya terhadap korban, karena tak ada video yang dapat merepresentasikan keadaan korban dalam musibah tersebut.

Saya juga menilai, media tersebut juga terkesan pamer en narsis. saya sendiri ragu dengan sejumlah data yang mereka sampaikan. Terkesan asal, maklum berita sedang tayang.

ckckckckkk...

Saya hanya berharap mereka lebih berbenah agar tak ada lagi salah kaprah...

Minggu, 22 Juli 2012

Sajak Kecil tentang Cinta oleh Sapardi Djoko Darmono



Mencintai angin harus menjadi siul

Mencintai air harus menjadi ricik

Mencintai Gunung harus menjadi terjal

mencintai api harus menjadi jilat

Mencintai cakrawala harus menebas jarak

mencintaiMu (mu) harus menjelma aku

Sabtu, 21 Juli 2012

Sekarat

Judul postingan ini sebenarnya bukan tentang suatu kondisi fisik yang buruk karena sakit atau apalah.

Sekarat disini maksudnya adalah untuk menggambarkan skil saya yang buruk dalam menulis.

Hampir sejam saya duduk di depan komputer dan mencoba menulis di blog. namun tak satupun postingan yang saya selesaikan. Setiap kali memilih satu topik yang saya pikir menarik, tapi yang saya dapatkan hanya sebuah kebuntuan. sudah beberapa kali saya berganti judul, namun lagi-lagi saya terhenti, bingung hendak menulis kelanjutan seperti apa.

begitulah yang terjadi sampai 60 menit kemudian, sampai sayapun menjadikan kebuntuan ini sebagai topik di postingan kali ini....

mengapa kadang terasa begitu sulit...disaat semangat sudah ada, tapi saya malah tak punya ide...bleng

Tapi tak mengapalah. toh ini adalah sebuah proses.
 yang penting saya selalu menjaga rutinitas menulis ini.....

"Practise makes perfect"

 
*ah, satu postingan pun selesai....*

Senin, 16 Juli 2012

Novel bang Tere Liye

Saya adalah satu dari sekian banyak pembaca karya Tere liye.
Saat ini saya sudah mengkoleksi 8 dari 16 karyanya, masih separo sih... tak ada yang tidak saya suka. Semua novelnya masterpiece,,hehee. saya hanya butuh waktu singkat untuk mengkhatamkan masing2 novel tersebut. Sangking sukanya, saya berobsesi untuk memiliki ke16 karyanya.....


foto ini saya ambil dari akun facebooknya http://www.facebook.com/darwistereliye

Karya pertama yang saya miliki adalah "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin", kira2 setahun yang lalu . Tak sampai 24 jam, novel ini sudah rampung saya baca.

Awalnya sih saya pikir tak akan menemukan karya Tere Liye yang baru (lainnya) dalam waktu dekat. tapi begitu saya ke toko buku, saya justru mendapati satu rak khusus yang berisi karya-karyanya. Tentu saja itu membuat saya penasaran, karna jarang sekali penulis Indonesia bisa memiliki beberapa karya yang dipajang di saat bersamaan. saya hanya berasumsi bahwa bang Tere Liye ini adalah seorang penulis yang produktif. Jadilah saya terus membeli satu per satu novel-novel tersebut. Keren deh pokoknya....

Sedangkan novel yang baru saya beli berjudul "Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah". Tentu saja saya sudah mengkhatamkannya juga. Novel yang bertema cinta ini, mengambil setting kota Pontianak. Selain itu, novel ini juga menceritakan tentang kehidupan masyarakat di tepian Sungai Kapuas yang memiliki filosofi tinggi dalam memaknaikan kehidupan.


novel bang Tere Liye diantara novel-novel yang lain



Untuk kedepannya, saya akan terus berjuang melengkapi rak buku saya dengan novel-novel bang Tere liye...



Sabtu, 30 Juni 2012

Cerita 3 tahun yang lalu; bagian 1


“masa-masa dimana kebebasan masih terasa nyata.
Tersenyum dalam lelah yang kuinginkan, rindu akan tempat itu”...
~Riva Mairiska~



Waktu sudah menunjukkan pukul 8 lewat 45 menit, malam. Aku duduk di sebuah bangku kayu di sebuah kos-kosan dipasar baru, menunggu seorang kawan yang ngekos disitu sedang sibuk dengan ranselnya, packing. Seorang kawan lagi juga sudah menunggu di rumahnya, di daerah siteba. Sebentar lagi, kami akan melakukan pendakian, bertiga saja. Aku, Ridwan dan Riva. Gunung Singgalang menjadi tujuan pendakian kami.

Setelah selesai packing, aku dan Ridwan pun berangkat menuju siteba, tempat Riva menunggu, dengan menggunakan motor. Awalnya kami kebingungan karena harus membawa 2 ransel yang lumayan berat, satu ransel dengan kapasitas 60 liter, itu ranselku, eiger forester. Satu lagi berkapasitas 80 liter, milik Ridwan. Akhirnya diputuskan akulah yang akan membawa motor, sementara Ridwan dan kedua ransel menjadi boncenganku. Tanpa menghiraukan tatapan aneh orang-orang yang melihat, kami pun melaju di dalam kepayahan, satu ransel di punggung Ridwan dan satu ransel lagi di pangkunya. Jangan pikir hanya Ridwan saja yang tersiksa dengan situasi ini. Aku, yang mengendarai motor juga tersiksa, karena ransel yang di pangkuannya menindih punggungku. Namun semua itu tak berarti apa-apa, mengingat apa yang akan menanti kami nanti...”Singgalang, here we come”, batinku.

Sampailah kami di rumah Riva. Dia sudah menunggu cukup lama. Tanpa membuang waktu, Riva pun mencari betor alias becak motor untuk mengantar kami ke air tawar. Sementara motorku, kutitip di rumahnya. Dari sana kami akan melanjutkan perjalanan ke Koto Baru menggunakan bus atau mobil travel. Saat itu sedang musim durian, jadi banyak orang yang berjualan durian disepanjang jalan tempat kami menunggu. Tergiur melihat durian, kami pun membeli beberapa untuk dibawa.

Tak berapa lama setelah itu, kami pun berangkat. Duduk di bangku belakang, berceloteh, berkelakar, sampai aku merasa sedikit pusing dan melanjutkan sisa perjalanan dalam diam. Saat itu, Riva sudah bekerja sebagai PNS di Dinas Pariwisata Sawahlunto, sementara aku dan Ridwan masih tertatih-tatih melanjutkan perkuliahan.

Sampailah kami di Koto Baru dan disambut dengan suhu yang dingin. Suasana sudah sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam lebih. Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menggunakan senter dan headlamp sebagai alat penerangan. Malam ini kami akan camp di pos stasiun pemancar TVRI yang berada di ketinggian sekitar 1550 mdpl. Butuh waktu kurang lebih dua jam menuju tower.

Sepanjang perjalanan kami kembali bergurau, saling ledek lalu tertawa. Bagi Ridwan ini adalah pendakian perdananya ke Gunung Singgalang, sedangkan bagiku dan Riva adalah untuk yang kesekian kalinya. Cukup melelahkan juga, karena jalanan menanjak serta melewati ladang penduduk. Juga terdapat ladang tebu di kedua sisi jalan yang kami lewati.

Pukul 1 dini hari, kami tiba di pos stasiun pemancar tersebut. Tanpa dikomando, kamipun segera mendirikan tenda, memasak air dan memasang lentera. Asap mengepul dari cangkir teh kami. Tiup dan sruput. Ah, menyegarkan. Tenaga pun sudah kembali setelah meminum secangkir teh dan beberapa keping biskuit. Tentu saja kami tak melupakan durian yang kami beli sebelum berangkat tadi. Menikmati durian di tempat yang tak lumrah sungguh menjadi sebuah pengalaman yang takkan terlupakan. Kamipun mengabadikannya. Setelah puas dan kenyang, kamipun beristirahat, mengumpulkan tenaga untuk besok. Trek pendakian Gunung Singgalang telah menunggu kami dibalik tower yang berdiri tegap.

Bersambung....

SESAL BESAR

Sabtu itu, saat saya hendak ke rumah teman di daerah tabing, saya melihat seorang peminta-minta yang usianya masih remaja namun memiliki kekurangan yaitu bibir sumbing. Ketika itu saya sedang berhenti di lampu merah depan BI, kira-kira jam 10 pagi dan cuaca pada pagi itu cerah. Meski masih pagi, namun matahari terasa cukup terik, membuat pakaian yang baru diganti basah oleh keringat.

Saya melihatnya mendekati mobil-mobil yang berhenti di lampu merah tersebut satu per satu sambil menadahkan tangan di depan kaca yang tertutup. Tak ada satu pun kaca mobil yang diturunkan. Semuanya tetap menutup sebagai tanda bahwa pemiliknya juga menutup mata.

Ah,,,,,,menyaksikan ini membuat dada saya sesak dan hati ini seperti teriris. Bahkan saat ini pun saya masih bisa merasakan pedihnya...

dan betapa bodohnya saya, pada saat itu hanya memperhatikan sosok tersebut bergerak dari mobil ke mobil, tanpa bertindak apa2... sesaat saya memang tergerak ingin memberinya sedikit uang, tapi sesaat kemudian saya ragu. Ragu apakah dia adalah orang yang tepat untuk diberi sedekah, karena bila dilihat lagi ia mempunyai badan yang tegap dan sepertinya sehat-sehat saja, ditambah lagi usianya yang masih muda, seharusnya ia bekerja bukan meminta-minta, begitu pikirku dan itu yang membuat saya bimbang. Di saat saya masih menimbang-nimbang, ia pun berlalu melewati saya. Di saat itu pulalah saya merasa telah melakukan kebodohan. ketika memutuskan untuk tetap memberikan sedikit uang, ia justru sudah tak kelihatan lagi.

Sungguh itu menjadi sebuah penyesalan besar bagi saya. Kenapa harus ragu, kenapa saya harus meragukan uang saya untuknya, padahal Tuhan saja tak pernah membeda-bedakan makhluknya, tak pernah ragu memberikan rezkinya, tak pernah bertanya siapa yang pantas untuk diberi rezki....

Lalu kenapa saya malah melakukan kebodohan itu.
Kenapa harus terlintas bahwa dia tak pantas untuk menerima sedikit uang saya, atau lebih tepatnya rezki yang diberikan Tuhan untuk saya yang di dalamnya juga ada hak orang lain.
Sungguh ini sesal besar bagi saya. Berhari-berhari saya diliputi perasaan bersalah apalagi bila saya teringat wajahnya disaat meminta-minta dekat kaca mobil yang menutup.Baru berhari-hari kemudian perasaan ini bisa hilang.

Ah,,,Semoga ini takkan terulang lagi di kemudian hari.




Selasa, 19 Juni 2012

#blenggg..

Lagi minat nulis pagi ini, tapi justru bingung mau nulis apa...

apa ya....???

*thinking*

~ tik tok

~ tik tok

~ tik tok

.............
.............
.............

duh, masih bleeeennngggg......

*ke akun sebelah dulu*
...................................
...................................
...................................
...................................

5 menit kemudian...
"
"
"
"

*masih belom dapet inspirasi*
*ke akun satunya lagi*

~~~~~
~~~~~~
~~~~~~~

*setelah kembali*

masih bleennngggg....2$^&kd@#&*^%$*(<?????/

aaarrrrrggggghhhhhh..........

Sebenarnya apa siiiyyyyy yang dibutuhin buat nulis bagus....????

*nutup blog*

*cabut*

Sabtu, 12 Mei 2012

Blog Galau

Sapa juga yang mo baca blog saya...
Blog dengan tulisan dan kemampuan menulis yang seadanya ini.
Barangkali hanya orang tersesat saja yang bisa singgah disini, secara tidak sengaja mengetikkan kata yang ada kaitannya dengan tulisan di blog ini dan kemudian menghamparlah halaman blog ini.
Saya yakin, begitu mereka tau blog ini gak ada bagusbagusnya, mereka pun langsung pasang jari seribu untuk mencet "close tab" dan untuk kemudian lebih berhati-hati lagi agar tak mengulangi nyasar yang tak diigini ini.....ahakz....

liat saja deskripsi blog ini..."bun2 di sudut resah"..,
duh, Galau abis dewh....
kentara banget kan kalau saya mendeklarasikan diri sebagai satu dari galauers yang ada di bumi nusantara...
tapi mo bagaimana lagi itu semua adalah jati diri  yang sebenarnya.
sekuat apapun usaha saya untuk menutupinya, tetap gak akan berhasil....
makanya sekarang saya tak ambil pusing lagi, meski orang sedunia tau bahwa gue emang selalu GALAU......

Salam Galau...
ah,,,......

Minggu, 01 Januari 2012

2012, HAPPY NEW YEAR,,,!!!

Yaaah, tibalah kita di hari pertama tahun 2012 ini...(Lempar kalender 2011, Pasang Kalender 2012)

Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya, maka saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012 kepada seluruh makhluk hidup yang mengakses blog saya.....yipppiew...

Dan begitulah,
Waktu akan terus melaju, melesat tak terhentikan oleh apapun.
disadari atau tidak. disukai atau tidak...
Waktu takkan peduli,

Menurut saya yang tergolong awam ini, tak ada salahnya sedikit merayakan pergantian tahun dengan sedikit hura2, sedikit pesta atau apalah itu wujudnya untuk menyambut tahun yang baru tersebut.

Adalah layak dan sah-sah saja hal tersebut dilakukan selama tidak ada norma yang dilanggar dan semuanya dilakukan masih dalam batasan kewajaran.
Sebab semangat yang diperlihatkan dalam perayaan tersebut adalah sebuah simbol untuk menjalani hari-hari ditahun baru itu, menapakinya dengan semangat baru, harapan baru, dan baru lain sebagainya yang tidak bisa saya sebutkan karena sudah tidak ada lagi memang, entah yang lain. Tidak perlu berlebihan juga sih. Cukup sekedarnya saja, yang penting adalah semua planing yang kita buat di tahun tersebut dapat terwujud. Jadi, itulah seharusnya yang menjadi alasan mengapa kita perlu sedikit merayakan pergantian tahun....#kurasabegitugaktauyanglain....

LALU....???

Ya, lalu saya sendiri, apakah telah membuat resolusi untuk tahun 2012 ini....???

ah, tentu saja ....!!!
Hanya saja saya tak akan menuliskannya di blog ini, cukup saya dan Tuhan saja yang tahu....(yang baca blog ini berkata: bodo'....peduli amat...)
Ya, sudah. kalo begitu kenyataannya, saya akan terima dengan lapang dada....,,,*tampang sedih

Tapi intinya semua resolusi itu menuju pada perbaikan segala aspek, baik itu dunia maupun akherat. Tak lupa, saya pun berdoa kepada Tuhan untuk membantu saya dalam mewujudkannya.Karena saya tahu, semua ini takkan mudah kedepannya. Akan banyak tantangan atau lebih tepatnya ujian untuk semua proses tersebut. hmmm....*megang dagu sambil menyipitkan mata

Banyak sudah waktu yang saya habiskan untuk merenungi apa-apa yang telah saya perbuat di tahun sebelumnya, disepanjang umur saya, dan kemudian melihat pula apa yang telah saya hasilkan darinya....sungguh mengecewakan memang. Tapi saya yakin, tak ada yang sia sia dari apa yang telah saya perbuat selama ini, apa yang telah saya perbuat dalam hidup yang entah akan sampai kapan. Banyak yang harus saya kejar. Saya harus Ngebut untuk mengejar ketertinggalan...Ya, saya harus melesat dengan kecepatan tinggi di tahun 2012 ini....

Selamat Berjuang..!!!!
\^_^/